Rabu, 28 Maret 2012
Doa yang tidak dikabulkan Oleh ALLAH SWT
Rasulullah SAW bersabda, ”Doa seorang hamba Allah tetap dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk suatu perbuatan dosa atau memutuskan silaturahim atau tak terburu-buru segera dikabulkan.” Seorang sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, apakah maksud terburu-buru?” Rasulullah menjawab, ”Ia mengatakan, ‘aku telah berdoa tapi aku tidak melihat doaku dikabulkan’, sehingga ia mengabaikan dan meninggalkan doanya itu.” (HR Muslim).
Ketika suatu doa tak segera menampakkan tanda-tanda terijabah, maka seharusnya seseorang tetap berbaik sangka kepada Allah SWT. Sebab, Allah SWT akan mengganti bentuk pengkabulan doa dengan sesuatu yang lebih bermanfaat bagi si pemohon atau ditunda pengabulannya hingga hari akhirat dalam bentuk deposito pahala.
Kedua, perilaku buruk. Syaqiq al-Balkhi bercerita: ketika Ibrahim bin Adham berjalan di pasar-pasar Bashrah, orang-orang mengerumuni beliau. Mereka bertanya, mengapa Allah belum juga mengabulkan doa mereka padahal telah bertahun-tahun berdoa, serta bukankah Allah berfirman, ”Berdoalah kalian, maka Aku mengabulkan doa kalian.” Ibrahim bin Adham menjawab, ”Hatimu telah mati dari sepuluh perkara.
” Yakni, pertama, engkau mengenali Allah, tetapi tidak menunaikan hak-Nya. Kedua, engkau membaca kitab Allah, tetapi tidak mau mempraktikkan isinya. Ketiga, engkau mengaku bermusuhan dengan iblis, tetapi mengikuti tuntunannya. Keempat, engkau mengaku cinta Rasul, tetapi meninggalkan tingkah laku dan sunah beliau. Kelima, engkau mengaku senang surga, tetapi tidak berbuat menuju kepadanya.
Keenam, engkau mengaku takut neraka, tetapi tidak mengakhiri perbuatan dosa. Ketujuh, engkau mengakui kematian itu hak, tetapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Kedelapan, engkau asyik meneliti aib-aib orang lain, tetapi melupakan aib-aib dirimu sendiri. Kesembilan, engkau makan rezeki Allah, tetapi tidak bersyukur pada-Nya. Dan kesepuluh, engkau menguburkan orang-orang, tetapi tidak mengambil pelajaran dari peristiwa itu. ( M Subhi-Ibrahim )
Tanda-tanda
1. Apa tanda-tanda orang alim?
Imam ‘Ali as berkata : “Ilmu dibarengi dengan murah hati dan banyak diam.”(Munsyah al-Murid, hal 114)
2. Apa tanda Allah SWT mengabulkan doa hamba-Nya?
Imam Shadiq as berkata : “Kalau kulitmu sudah merinding, air matamu menetes dan hatimu tersentuh, maka doa itu sungguh telah meraihmu.” (Al-Khisal, hal 82)
3. Apa tanda orang hasut (iri)?
Imam Shadiq as berkata : “Menggunjing dibelakangmu, menjilat dihadapanmu dan suka mengutuk.” (Al-Khisal, hal 121)
4. Apa tanda orang bodoh?
Imam Shadiq as berkata : “Menjawab sebelum mendengar, menyangkal sebelum paham dan menghukumi sebelum mengetahui.” (ad-Durrah al-Bahirah)
5. Apa tanda orang mukmin?
Imam Sajjad as berkata : “Menjauhi dunia saat menyendiri, bersedekah dan saat tidak berkecukupan, sabar dalam musibah, murah hati saat marah dan jujur saat takut.” (Al-Khisal, hal 269)
6. Apa tanda orang munafik?
Nabi SAWW bersabda : “Kalau dipercaya berkhianat, kalau berbicara suka bohong dan kalau berjanji tidak ditepati.” (Al-Kafi, jil 2, hal 290)
7. Apa tanda seorang mukmin saat akan meninggal?
Imam Baqir as berkata : “Sesungguhnya orang mukmin kalau ajalnya mendekat maka wajahnya akan lebih putih, lebih putih dari kulitnya, keningnya basah, mengalir dari ke 2 matanya semacam airmata. Itulah saat jiwanya keluar (dari tubuh).”
8. Apa tanda orang yang suka pamer (riya)?
Imam ‘Ali as berkata : “Giat di depan orang banyak, malas jika lagi sendirian dan sukia memuji segala urusannya.”
9. Apa tanda orang yang sesat?
Nabi SAWW bersabda : “Matanya cekung, hatinya keras, luarbiasa berambisi dalam mencari rezeki dan terus menerus berbuat dosa.” (Al-Khisal, hal 243)
10.Apa tanda ketuaan?
Imam Shadiq as berkata : “Penglihatan berkurang, punggung membungkuk dan kaki melemah.”…
“BAB DOA”
1. Dalam kondisi seperti apa sebuah doa bisa terkabul?
Imam ‘Ali as berkata : “Saat membaca Al-Qur’an, saat adzan berkumandang, saat datang pertolongan, saat bertemu dua pedang menuju kesyahidan dan saat seseorang yang teraniaya (mazhlam) bermunajat.” (Amali ash-Shadiq, hal 97, hadis 7dan hal 218 hadis 3)
2. Doa apakah yang menyeluruh?
Imam Shadiq as berkata : “Pujian kepada Allah (Alhamdulillah), sebab semua orang yang sedang shalat pasti akan mengatakan ‘Allah mendengar orang yang memuja-Nya (sami ‘Allahu liman hamidah)’.”(‘Uddat ad-Da’i, hal 245)
3. Apa senjata orang Mukmin?
Nabi SAWW bersabda : “Sesungguhnya doa adalah senjata orang beriman.” (Tsawab al-A’mal, hal 45, hadis 1)
4. Siapakah orang paling lemah?
Nabi SAWW bersabda : “Orang yang malas berdoa.” (Amali ath-Thusi, jil 1, hal 87)
5. Seorang Atheis bertanya : Dalam Al-Qur’an Allah berfiman ‘Mintalah kepada-Ku, maka pasti akan Aku kabulkan’. Tapi mengapa doa orang yang sangat membutuhkan atau doa orang yang sangat teraniaya dan memerlukan pertolongan mendesak seringkali tak terjawab?
Imam Shadiq as berkata : “Tiada seorang pun yang meminta kepada-Nya kecuali Allah SWT mengabulkannya atau menyingkirkan bencana tanpa sepengetahuan mahkluk-Nya atau menyimpankan untuknya ganjaran yang akan sangat dibutuhkannya suatu hari kelak.
Jika permintaan seorang hamba berakibat buruk untuknya, Allah akan menangguhkan pengabulannya. Seorang mukmin yang mengenal Allah kadang enggan meminta sesuatu yang dia tidak ketahui pasti kebaikan atau keburukan akibatnya. Sebab, bisa jadi seorang hamba meminta sesuatu yang dampaknya adalah kecelakaan tak berkesudahan seperti orang yang meminta hujan turun disaat hujan akan membawa petaka, karena sesungguhnya Dia lebih mengetahui bagaimana mengatur ciptaan-Nya. Banyak kondisi semacam ini, maka pahamilah.” (Al-Ihtijaj, jil 2 hal 87)
6. Ada 3 golongan yang doanya tak akan pernah dikabulkan. Siapa saja mereka?
Imam Shadiq as berkata : “Orang yang menginginkan rezeki namun hanya duduk dan meminta ‘Ya Allah berikanlah aku rezeki’. Maka Allah akan menajwab ‘Bukankah telah Kuberikan padamu jalan untuk mencarinya?’
Seorang suami yang istrinya berperangai buruk dan dia meminta ‘Ya Allah, lepaskanlah aku darinya’, Maka Allah akan menjawab ‘Bukankah telah Kujadikan urusannya berada di tanganmu (berupa perceraian)?’
Dan orang yang menitipkan uang kepada orang lain tanpa saksi, kemudian dia berdoa setelah terjadi perselisihan, maka Allah mengatakan ‘Aku telah mengingatkanmu tenatng persaksian tapi kau abaikan’.” (Kanz al-Karajki, jil 2, hal 198)
7. 4 golongan yang jika berdoa pintu langit akan terbuka dan takkan ditolak doanya, siapa mereka?
Nabi SAWW bersabda : “Doa seorang ayah untuk anaknya, doa orang yang teraniaya untuk yang menganiayanya, doa orang yang sedang berpergian hingga dia kembali dan doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka (ifthar).” (Amali ash-Shaduq, hal 218, hadis 4)
Imam ‘Ali as berkata : “Ilmu dibarengi dengan murah hati dan banyak diam.”(Munsyah al-Murid, hal 114)
2. Apa tanda Allah SWT mengabulkan doa hamba-Nya?
Imam Shadiq as berkata : “Kalau kulitmu sudah merinding, air matamu menetes dan hatimu tersentuh, maka doa itu sungguh telah meraihmu.” (Al-Khisal, hal 82)
3. Apa tanda orang hasut (iri)?
Imam Shadiq as berkata : “Menggunjing dibelakangmu, menjilat dihadapanmu dan suka mengutuk.” (Al-Khisal, hal 121)
4. Apa tanda orang bodoh?
Imam Shadiq as berkata : “Menjawab sebelum mendengar, menyangkal sebelum paham dan menghukumi sebelum mengetahui.” (ad-Durrah al-Bahirah)
5. Apa tanda orang mukmin?
Imam Sajjad as berkata : “Menjauhi dunia saat menyendiri, bersedekah dan saat tidak berkecukupan, sabar dalam musibah, murah hati saat marah dan jujur saat takut.” (Al-Khisal, hal 269)
6. Apa tanda orang munafik?
Nabi SAWW bersabda : “Kalau dipercaya berkhianat, kalau berbicara suka bohong dan kalau berjanji tidak ditepati.” (Al-Kafi, jil 2, hal 290)
7. Apa tanda seorang mukmin saat akan meninggal?
Imam Baqir as berkata : “Sesungguhnya orang mukmin kalau ajalnya mendekat maka wajahnya akan lebih putih, lebih putih dari kulitnya, keningnya basah, mengalir dari ke 2 matanya semacam airmata. Itulah saat jiwanya keluar (dari tubuh).”
8. Apa tanda orang yang suka pamer (riya)?
Imam ‘Ali as berkata : “Giat di depan orang banyak, malas jika lagi sendirian dan sukia memuji segala urusannya.”
9. Apa tanda orang yang sesat?
Nabi SAWW bersabda : “Matanya cekung, hatinya keras, luarbiasa berambisi dalam mencari rezeki dan terus menerus berbuat dosa.” (Al-Khisal, hal 243)
10.Apa tanda ketuaan?
Imam Shadiq as berkata : “Penglihatan berkurang, punggung membungkuk dan kaki melemah.”…
“BAB DOA”
1. Dalam kondisi seperti apa sebuah doa bisa terkabul?
Imam ‘Ali as berkata : “Saat membaca Al-Qur’an, saat adzan berkumandang, saat datang pertolongan, saat bertemu dua pedang menuju kesyahidan dan saat seseorang yang teraniaya (mazhlam) bermunajat.” (Amali ash-Shadiq, hal 97, hadis 7dan hal 218 hadis 3)
2. Doa apakah yang menyeluruh?
Imam Shadiq as berkata : “Pujian kepada Allah (Alhamdulillah), sebab semua orang yang sedang shalat pasti akan mengatakan ‘Allah mendengar orang yang memuja-Nya (sami ‘Allahu liman hamidah)’.”(‘Uddat ad-Da’i, hal 245)
3. Apa senjata orang Mukmin?
Nabi SAWW bersabda : “Sesungguhnya doa adalah senjata orang beriman.” (Tsawab al-A’mal, hal 45, hadis 1)
4. Siapakah orang paling lemah?
Nabi SAWW bersabda : “Orang yang malas berdoa.” (Amali ath-Thusi, jil 1, hal 87)
5. Seorang Atheis bertanya : Dalam Al-Qur’an Allah berfiman ‘Mintalah kepada-Ku, maka pasti akan Aku kabulkan’. Tapi mengapa doa orang yang sangat membutuhkan atau doa orang yang sangat teraniaya dan memerlukan pertolongan mendesak seringkali tak terjawab?
Imam Shadiq as berkata : “Tiada seorang pun yang meminta kepada-Nya kecuali Allah SWT mengabulkannya atau menyingkirkan bencana tanpa sepengetahuan mahkluk-Nya atau menyimpankan untuknya ganjaran yang akan sangat dibutuhkannya suatu hari kelak.
Jika permintaan seorang hamba berakibat buruk untuknya, Allah akan menangguhkan pengabulannya. Seorang mukmin yang mengenal Allah kadang enggan meminta sesuatu yang dia tidak ketahui pasti kebaikan atau keburukan akibatnya. Sebab, bisa jadi seorang hamba meminta sesuatu yang dampaknya adalah kecelakaan tak berkesudahan seperti orang yang meminta hujan turun disaat hujan akan membawa petaka, karena sesungguhnya Dia lebih mengetahui bagaimana mengatur ciptaan-Nya. Banyak kondisi semacam ini, maka pahamilah.” (Al-Ihtijaj, jil 2 hal 87)
6. Ada 3 golongan yang doanya tak akan pernah dikabulkan. Siapa saja mereka?
Imam Shadiq as berkata : “Orang yang menginginkan rezeki namun hanya duduk dan meminta ‘Ya Allah berikanlah aku rezeki’. Maka Allah akan menajwab ‘Bukankah telah Kuberikan padamu jalan untuk mencarinya?’
Seorang suami yang istrinya berperangai buruk dan dia meminta ‘Ya Allah, lepaskanlah aku darinya’, Maka Allah akan menjawab ‘Bukankah telah Kujadikan urusannya berada di tanganmu (berupa perceraian)?’
Dan orang yang menitipkan uang kepada orang lain tanpa saksi, kemudian dia berdoa setelah terjadi perselisihan, maka Allah mengatakan ‘Aku telah mengingatkanmu tenatng persaksian tapi kau abaikan’.” (Kanz al-Karajki, jil 2, hal 198)
7. 4 golongan yang jika berdoa pintu langit akan terbuka dan takkan ditolak doanya, siapa mereka?
Nabi SAWW bersabda : “Doa seorang ayah untuk anaknya, doa orang yang teraniaya untuk yang menganiayanya, doa orang yang sedang berpergian hingga dia kembali dan doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka (ifthar).” (Amali ash-Shaduq, hal 218, hadis 4)
Selasa, 27 Maret 2012
Aku dan Tuhanku
Aku selalu percaya Tuhanku ada, aku percaya Dia melindungiku, aku percaya Dia punya mekanisme yang tidak bisa diduga manusia. Aku percaya Tuhanku menyukai orang yang belajar; karenanya aku percaya Dia tidak keberatan sesekali aku mempertanyakan Diri-Nya, mempertanyakan kebijakan-Nya, bukankah itu bagian dari proses belajar ?
Aku tahu Dia tidak akan marah dengan segala tanya dan raguku, aku bersikap manusiawi, aku bersikap kritis, aku bertanya, aku menggugat jawab. Dalam tiap tanyaku, aku berharap menemukan jawaban yang lebih mendekatkanku kepada-Nya. Bukankah Dia Sang Maha Benar ? Maka tiap-tiap kebenaran akan membawaku selangkah lebih dekat kepada pemahaman tentang-Nya.
Kemarin temanku mempertanyaan keimananku saat aku menulis lirik Alanis Morisette sebagai status, kukatakan “what if God was one of us ?”, bagaimana anda Tuhan adalah salah satu dari kita. Kenapa sebegitu dipersalahkannya pertanyaan itu, bukankah kalian pun tidak tahu bagaimana mekanisme Tuhan mengawasi kita ? Bukankah memang pernyataan itu sebagian benar, saya berpikir bahwa Tuhan memang merupakan bagian dari kita, saya mempercayai Ruh kita adalah gelembung-gelembung kecil nafas Tuhan yang berpijak di dunia, tapi kita bukan Tuhan. Namun siapa menyangkal jika sesekali Tuhan ingin menjelma ? Dan percayalah, Dia tidak akan melakukan hal-hal bodoh seperti mengakui identitas asli-Nya. Jangan percaya jika mendadak orang di sebelahmu mengaku dia adalah Tuhan.
Aku pernah membahas mengenai keterkaitan keberadaan Tuhan yang ada ‘dimanapun, kapanpun’ dengan teori fisika kuantum. Ya, dunia pararel. Aku percaya Tuhan mendampingi kita sejak lahir, hingga kematian kita di dunia pararel khusus kita masing-masing. Dia bahagia di hari penciptaan kita, dan Dia juga ada di sisi kita saat kita menghembuskan nafas terakhir. Lalu dia mengunjungi dunia pararel lain. Lalu yang lain menatapku seolah aku sudah gila, yang lain mengisyaratkan bahwa agama dan sains adalah air dan minyak. Kenapa kalau aku ingin menggabungkan keduanya ? Aku hanya ingin ada jawaban atas Tuhanku, dan tidak sedikitpun aku ragu atas keimananku kepada-Nya.
Kusembah, kupuja, kurangkul Engkau dalam jiwaku ya, Tuhan. Aku hanya manusia mencari jawaban. Dan manusia yang takut bertanya sesungguhnya akan berkubang dalam kegelapan tanpa cercah cerah tentang diri-Mu.
Langganan:
Postingan (Atom)